Saya tertarik dengan salah satu postingan ‘si Mbah‘ yang satu ini…
Mengangkat salah satu cara bagaimana sudut pandang manusia itu memang berbeda-beda, tergantung dari masing-masing manusia itu melihat segala macam hal dari sudut pandang apa dan bagaimana
Tapi yang lebih “menjengkelkan” saya, hampir kurang lebih 45 menit waktu terbuang percuma karena rasa penasaran dengan gambar yang ke-2! sebelum akhirnya nemu juga. *ojo ngguyu lho mbah…
*
Lihatlah baik-baik kedua gambar dibawah ini, untuk gambar 1 cukup setengah menit waktu saya untuk melihat dari sudut pandang yang lain, tapi butuh waktu 44 menit untuk mencari sudut pandang yang lain pada gambar yang ke-2…

Gambar 1 : ini gambar wajah perempuan atau orang sedang main alat musik?
Gambar 2 : ini gambar wajah sangar atau orang sedang bercumbu?
PS : Link dan gambar dalam postingan ini sudah meminta izin dengan si empunya blog, walaupun belum dapet persetujuan. (tetep cuek…
)
Daerah kelapa gading, sekitar jam 7 malem…
Foto diambil dari atas gedung Plaza Summarecon,
make kamera HaPe Motorola E398-nya mas Dadan dan dizoom 4x.

Setelah mengambil foto ini, setengah jam kemudian baru kedengeran sirene mobil pemadam kebakaran! ‘jagoan‘ gak seh?

Sudah disangka, mudah diduga… Nadine Chandrawinata bakal dilaporkan ke ‘police‘. Saya gak kaget tuh… sama halnya dengan Artika Sari Devi tahun kemaren kan?.
Yang melaporkan juga sama, FPI. Bedanya untuk tahun ini bukan para ‘cowoknya‘ tapi yang mereka sebut “Mujahidah” atau anggota perempuan FPI. Lebih lengkapnya baca sendiri disini nih.
Yang saya nggak habis pikir, untuk apa sih mereka demo sampai melaporkan segala? untuk moral bangsa ini atau untuk membela apa saya nggak tau dah. Sampai hari ini, kasus Artika yang tahun lalu mereka bawa ke polisi pun belum saya dengar tindak lanjutnya.
Yang bikin saya heran dan ingin bertanya-tanya, apa SK Mendikbud RI No.02/U/1984 tentang pengadaan kontes pemilihan ratu dan sejenisnya yang menjadi rujukan mereka itu masih berlaku?? Hmmmm….
Kasihan energinya dibuang percuma! buang-buang duit nyewa pengacara, beli spanduk, buat konsumsi dan tetek bengeknya. Mending disumbangkan untuk para warga korban Bencana alam dipesisir pantai selatan, atau kalo masih banyak sisanya sekalian dengan yang dibantul sana… kan lebih riil tuh kalo memang niatnya ingin mengangkat moral dan membantu bangsa ini.
Masih ingat bagaimana acara reality show pencarian bakat yang pemenangnya berdasarkan polling sms begitu heboh saat Indosiar memulai dengan Akademi Fantasi Indosiarnya? Acara ini memang mengadopsi salah satu acara di luar negeri dengan ‘idol-idol’nya yang lisensinya di Indonesia dipegang oleh RCTI. Stasiun TV lainpun mulai mengikuti jejak ’saudara’ maupun ’saingan’ mereka itu dengan format acara yang berbeda (Indonesia memang negara paling kreatif!).
Saya masih ingat juga bagaimana ‘booming’nya tayangan berbau mistis yang dipelopori oleh Trans TV dengan “Dunia Lain” (CMIIW) yang kemudian diikuti oleh beberapa Stasiun TV lain dalam bentuk acara yang berbeda bahkan ada yang ‘njiplak‘ banget. Hingga akhirnya mewabah masuk ke scene Sinetron-sinetron (yang sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali dengan urusan mistis-mistisan).
Ada yang suka acara ini? saya mah nungguin terus acara ini tiap senin malam di Indosiar. Selain bahan yang ditajuk selalu fresh, penuh kritik pedas kalo ada yg sedikit kurang beres dari ‘negeri tetangga‘, juga dikemas dalam bentuk ‘talk show’ yang menghibur (baca: komedi).
Dulu acara ini sempat bikin heboh karena rumor akan dicekal pemerintah karena (katanya) menyinggung Wapres Jusuf Kalla (koq kayak balik kejaman ‘dulu’ ya?). Walaupun akhirnya Wapres sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak menghendaki penghentian tayangan itu…dan bilang acara ini bisa timbulkan optimisme. wah, jangan maen gertak dan lempar batu sembunyi tangan gitu dong pak. 
Halah…Ni Berita kayanya basi banget ya? Tapi saya sengaja menempatkan disini karena masih ‘bingung’, mo percaya atau gak ya? itu aja koq, hehehehe…
Teman-teman coba deh untuk meluangkan waktu sebentar setelah seharian bekerja dikantor untuk menyaksikan iklan SCTV “Satu untuk Semua”. Udah pada tau kan iklan tersebut? Yang isinya ada satu keluarga sedang menyaksikan siaran SCTV dari musik, telenovela (si Ibu sedih) s/d babak terakhir iklan yaitu mereka bersama-sama menari di panggung dengan gaya yang sama.
Nah, pada waktu menari bersama-sama dipanggung itulah, coba untuk lebih memperhatikan lagi kepada 2 penari yang terdapat di pojok kiri dan kanan deretan paling atas, teman-teman pasti akan melihat sesuatu yang ganjil/menakutkan/seru, atau apapun yang nanti akan dikatakan, bahwa memang benar disitu terlihat 2 Kuntilanak alias WeweGombel alias SundelBolong yang juga ikutan menari bersama mereka dan kebetulan tertangkap kamera. Ini beneran, bukan rekayasa kamera!!.
