Koneksi lancar, gak ada gangguan dan komplain… jadinya gak ada kerjaan.
Browsing ke Zymic liat Tutorialnya Photoshop. Akhirnya coba-coba, jadinya kayak beginian…
Lama-lama asik jg… eh, keterusan malah NARSISnya keluar!!
Sumpeh Narsis buanged…
salah satunya kek gini nih…
Saya tertarik dengan salah satu postingan ‘si Mbah‘ yang satu ini…
Mengangkat salah satu cara bagaimana sudut pandang manusia itu memang berbeda-beda, tergantung dari masing-masing manusia itu melihat segala macam hal dari sudut pandang apa dan bagaimana
Tapi yang lebih “menjengkelkan” saya, hampir kurang lebih 45 menit waktu terbuang percuma karena rasa penasaran dengan gambar yang ke-2! sebelum akhirnya nemu juga. *ojo ngguyu lho mbah…
*
Lihatlah baik-baik kedua gambar dibawah ini, untuk gambar 1 cukup setengah menit waktu saya untuk melihat dari sudut pandang yang lain, tapi butuh waktu 44 menit untuk mencari sudut pandang yang lain pada gambar yang ke-2…

Gambar 1 : ini gambar wajah perempuan atau orang sedang main alat musik?
Gambar 2 : ini gambar wajah sangar atau orang sedang bercumbu?
PS : Link dan gambar dalam postingan ini sudah meminta izin dengan si empunya blog, walaupun belum dapet persetujuan. (tetep cuek…
)
Terus terang, saya baru 2 bulan nge-blog, itupun direkomendasikan teman karena sebelumnya saya kepengen bikin website pribadi *holoh…gaya pisan*.
Setelah bikin Blog (akhirnya saya milih blog.com dari sekian banyak penyedia account blog gratisan lainnya), mulailah blogwalking kemana-mana, ikut komen di blog sini-situ (biar nambah temen di link blogroll maksudnya…
), posting masalah keseharian saya, sekedar berbagi info, berita yang serius sampe yang gak penting-penting banget.
Dari situ saya sedikit melihat celah (ini pendapat pribadi saya), kalau blogger-blogger di Indonesia itu seperti ada blok kiri, blok kanan, blok atas, blok bawah, blok selatan, blok utara, blok timur, blok barat… dan lain sebagainya lah….
Kenapa saya beranggapan demikian? Nggak tau.
Alasannya apa saya bilang seperti ini? saya tidak tahu dan nggak bisa jawab
its just my mind…
Bebas khan?
Nah, kalau apa yang saya sampaikan diatas itu salah, tolong dikoreksi dan dikasih tahu kalau Blog itu seperti ini, seperti itu… dan bilang “akh, itu cuma perasaan dek Irwan ajah…“
Kalau Benar, tolong juga dikasih tau blok yang sebelah sana itu seperti apa, sebelah sini itu bagaimana, blog yang sana-sini-situ itu kriterianya seperti apa…
Khan jelas….
*kalaupun benar, saya gak ikutan ah… cukup Blog Indonesia saja… hehehe* 
“Iseng-iseng gak Berhadiah”
Coba lihat 2 gambar dibawah ini dan temukan 1 perbedaan disitu…

Bey de wey, ini kantor apa gudang yah? hehehe… 
Daerah kelapa gading, sekitar jam 7 malem…
Foto diambil dari atas gedung Plaza Summarecon,
make kamera HaPe Motorola E398-nya mas Dadan dan dizoom 4x.

Setelah mengambil foto ini, setengah jam kemudian baru kedengeran sirene mobil pemadam kebakaran! ‘jagoan‘ gak seh?
Sekarang jam Empat kurang seperempat, hampir subuh!
*Perut Laper, Ransum abis. Mau tidur, Nanggung*
Tunggulah semua, saatnya akan segera tiba…!!

Sudah disangka, mudah diduga… Nadine Chandrawinata bakal dilaporkan ke ‘police‘. Saya gak kaget tuh… sama halnya dengan Artika Sari Devi tahun kemaren kan?.
Yang melaporkan juga sama, FPI. Bedanya untuk tahun ini bukan para ‘cowoknya‘ tapi yang mereka sebut “Mujahidah” atau anggota perempuan FPI. Lebih lengkapnya baca sendiri disini nih.
Yang saya nggak habis pikir, untuk apa sih mereka demo sampai melaporkan segala? untuk moral bangsa ini atau untuk membela apa saya nggak tau dah. Sampai hari ini, kasus Artika yang tahun lalu mereka bawa ke polisi pun belum saya dengar tindak lanjutnya.
Yang bikin saya heran dan ingin bertanya-tanya, apa SK Mendikbud RI No.02/U/1984 tentang pengadaan kontes pemilihan ratu dan sejenisnya yang menjadi rujukan mereka itu masih berlaku?? Hmmmm….
Kasihan energinya dibuang percuma! buang-buang duit nyewa pengacara, beli spanduk, buat konsumsi dan tetek bengeknya. Mending disumbangkan untuk para warga korban Bencana alam dipesisir pantai selatan, atau kalo masih banyak sisanya sekalian dengan yang dibantul sana… kan lebih riil tuh kalo memang niatnya ingin mengangkat moral dan membantu bangsa ini.
Hari ini, jam 18.00 WIB (tepat adzan Maghrib) Lokasi: Kantor, lt.9.
Mas Joko : “Wan, kursinya jangan digoyang-goyang dong”
Saya : (bingung) “lah? goyang apa mas?”
Dua-duanya diem… nggak ada berapa detik gedung terasa bergoyang
Mas Joko : “Linduuuu…!!” (sambil lari keluar dan menuju atap gedung)
Saya : “hah?” (ngikut cepet-cepet sampe ga make sendal)
Sesampainya diatap gedung (kantor kami memang berada paling atas) goyangan masih terasa, muka pucat, jantung serasa mau copot. Tapi begitu melihat kebawah… lho? Pos satpam kok masih terlihat tenang, santai-santai aja seolah gak ada kejadian apa-apa.
Setelah ’suasana’ mulai tenang, kami kembali masuk kedalam kantor. Ambil remote control, pindah channel ke METROTV. Dan bener aja kejadian barusan langsung disorot (keliatan lho wajah pembawa acaranya jadi pucat) karena menurutnya kamera distudiopun sampai bergeser. Setelah mereka terhubung dengan BMG, diketahui gempa yang barusan terjadi berkekuatan 6.2 Skala Richter! 
**Begitu menulis ini, saya jadi ‘menyadari sesuatu‘. Bagaimana kalau gempa yang baru dirasakan tadi berakibat parah? Koq bisa-bisanya ya kami keluar kantor tapi malah keatap gedung?**
Masih ingat bagaimana acara reality show pencarian bakat yang pemenangnya berdasarkan polling sms begitu heboh saat Indosiar memulai dengan Akademi Fantasi Indosiarnya? Acara ini memang mengadopsi salah satu acara di luar negeri dengan ‘idol-idol’nya yang lisensinya di Indonesia dipegang oleh RCTI. Stasiun TV lainpun mulai mengikuti jejak ’saudara’ maupun ’saingan’ mereka itu dengan format acara yang berbeda (Indonesia memang negara paling kreatif!).
Saya masih ingat juga bagaimana ‘booming’nya tayangan berbau mistis yang dipelopori oleh Trans TV dengan “Dunia Lain” (CMIIW) yang kemudian diikuti oleh beberapa Stasiun TV lain dalam bentuk acara yang berbeda bahkan ada yang ‘njiplak‘ banget. Hingga akhirnya mewabah masuk ke scene Sinetron-sinetron (yang sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali dengan urusan mistis-mistisan).
Tadi baru bangun jam 4 sore, Nyetel TeVe dapet berita heboh JAKARTA diguncang gempa.
Panik campur deg-degan, tapi masih bingung juga… koq tadi waktu tidur gak ngerasa apa-apa ya? Langsung deh tanya Ibu Kost, temen kost, Tetangga kiri-kanan. Semua kompak dengan satu jawaban “Masa iya ada gempa? Koq gak ngerasa ya?”
Halah… jadi tambah bingung
, akhirnya semua pada ikut melototin TeVe. Ternyata Gempa itu berpusat ditengah laut pangandaran, Ciamis yang getarannya cukup terasa sampai Jakarta. Yang aneh justru warga pinggir pantai pangandaran gak ngerasain adanya getaran gempa.
Imbasnya, HaPeku jadi kebanjiran sms dari keluarga dan temen-temen didaerah yang nanyain kabar gempa itu, nanyain kondisiku, bahkan ada yang to the point nanya “ngungsi kemana?” 
Paling tidak dengan adanya berita ini, aku sangat bersyukur karena masih dilindungi oleh-Nya.